Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Silinder Hidrolik Medium Excavator

silinder



    Silinder hidrolik merupakan work tool penggerak energi hidrolik yang diubah menjadi energi tekanan yang kemudian diubah menjadi bentuk tenaga. Dalam unit excavator ini terdiri dari Boom Cylinder, Stick Cylinder, dan Bucket Cylinder. Dimana aliran oli berasal dan menuju ke Control Valve.

Jadi ada tiga kondisi yang harus ditentukan dalam sistem hidrolik, yaitu kemampuan kerja (work force) yang terkait erat hubungannya dengan kuatnya tekanan (Pressure), kecepatan kerja (work speed) yang terkait erat hubungannya dengan jumlah debit aliran (Flow Rate), dan arah kerja (work direction) yang terkait erat hubungannya dengan arah aliran (Flow Direction).


Adapun perhitungan mengenai silinder hidrolik adalah sebagai berikut :

Tekanan kerja

P=F_ηh/A(N⁄〖mm〗^2 )

Dimana :

P = Tekanan Kerja (N⁄mm2)

Ƞh = Efisiensi teori hidrolik (0,85 – 0,95)

F = Beban yang bekerja (N)

A    = Luas penampang (mm2)

(Sugi Hartono, 1988, 308)


Kecepatan Langkah

v=h/(t.1000)(m⁄dtk)

Dimana :

v    = Kecepatan langkah (m⁄dtk)

h    = Panjang langkah (mm)

t    = Waktu langkah (detik)


Aliran pada posisi angkat (extended)

Q_TA=V_TA/t.60(liter⁄menit)

QTA    = Aliran yang diperlukan posisi angakat maksimal (liter⁄menit)

VTA    = Volume silinder posisi angkat (liter)

t    = Waktu langkah (detik)


Aliran pada posisi turun (retracted)

Q_TU = V_TU/t.60(liter⁄menit)

QTU    = Aliran yang diperlukan posisi turun maksimal (liter⁄menit)

VTU    = Volume silinder posisi turun (liter)

t            = Waktu langkah (detik)